fbpx

Blog

HOREE… AKU BISA!

Apa pencapaian terbesar anda dalam hidup maupun lingkungan kerja

Jika ditanya apa pencapaian terbesar dalam hidup kita sebagai orang dewasa, kira kira jawaban apa ya, yang akan kita berikan?

Sebagian kita mungkin akan sedikit melakukan flashback ke masa lalu. Saat berhasil masuk ke PTN tertentu. Atau, ketika karier naik jenjang dan mendapatkan rekognisi dari teman teman di kantor.

Bisa jadi, jawaban kita akan berkisar tentang lingkup domestik. Misalnya, pencapaian terbesar adalah saat kita mampu mengantar anak memiliki masa depan yang lebih baik dari orangtuanya.

Pola yang ada pada jawaban-jawaban kita relatif sama, bahwa pencapaian dari sudut pandang kita–sebagai orang dewasa–hampir selalu berbicara tentang hal hal yang “besar” dan “wah” untuk dicapai. Pencapaian versi kita, tidak sederhana.

Jawaban pencapaian terbesar dalam hidup

Pagi ini, seperti biasa saya menemani anak bungsu kami yang berusia 2 tahun, untuk sarapan pagi di meja makan. Disuapi, tentu. Karena kebetulan menu pagi itu adalah spaghetti creamy.

Relatif sulit buat si anak yang belum terampil menggunakan sendok dan masih hobi memegang garpu dengan gaya yang agak “berbahaya”.

Tidak seperti biasanya, si bocah 2 tahun pagi itu ngotot ingin menyuap makanan ke mulutnya sendiri. Oke, sendok pun beralih ke tangannya.

Suapan pertama, gagal. Belum sempat sendok diangkat, spageti meluncur turun ke piring. Si anak nyengir.

Dia coba sekali lagi. Dan… gagal lagi! Tepat sebelum sendok masuk ke mulut, isinya tumpah lagi ke piring.

“Disuapin aja, ya?” tawar saya.

Bocah menggeleng, meraih garpu plastik yang ada di piringnya.

Sekali…  gagal… dua… tiga… seingat saya ada empat kali mencoba, dia masih juga gagal memasukkan spageti ke dalam mulutnya. Wajahnya mulai gusar. Saya ketawa geli.

“Disupain aja, ya?” tawar saya sekali lagi.

Tepat setelah saya tanya, dia berhasil menyuap spageti ke mulutnya. Cuma sedikit sih, karena sisanya meluncur turun dari garpu. But, hey finally he nailed it! Wajahnya terlihat girang.

Dan beberapa waktu setelahnya, ia pun berhasil menemukan pola yang tepat mengatur posisi agar makanan bisa masuk dengan tepat. Lama sih, tapi akhirnya sesi makan pun selesai juga.

Tidak saya duga, ternyata ia terlihat sangat bangga dengan keberhasilannya makan sendiri di pagi itu.

sabaqu Permainan Inovatif Agar Belajar Jadi Menyenangkan
Sumber: mandira.id

Ketika siang kakaknya pulang sekolah, ia bercerita. Saat main sore dengan teman temannya di luar rumah, ia bercerita lagi. Ketika Ayahnya pulang kantor? Oh, jangan ditanya. Tentu dong, dia bercerita juga. Hihihi..

Saya pun jadi berpikir, wah… betapa sederhana sekali ya, persepsi anak tentang keberhasilan? Berhasil makan sendiri saja, dia bangga tak terkira.

Saya pun jadi curiga, jangan-jangan selama ini ada banyak “keberhasilan” yang luput saya apresiasi, hanya karena tak terlihat “wah” bagi standar saya sebagai orang dewasa.

Orangtua (termasuk saya), baru bisa merasa bangga ketika anaknya mencapai hal hal yang besar. Berhasil jadi juara kelas, nilai bagus, menang lomba, atau dapat penghargaan, misalnya.

Bukan… bukan berarti itu tak berharga. Tentu saja itu membanggakan. Tapi, apakah kita juga sudah memberikan apresiasi yang sama pada keberhasilan-keberhasilan sederhana yang sudah mereka lakukan di sepanjang perjalanan hidupnya?

Apakah selama ini kita membuat anak menunggu mendapatkan apresiasi, hanya karena apa yang mereka lakukan belum sehebat standar yang kita punya?

Berhasil makan sendiri. Mau berbagi mainan dengan teman. Berhasil menahan tangan untuk tidak mengganggu kakak. Berani mengakui bahwa ia tak sengaja merusak alat make up ibunya. Bersedia mengajukan diri untuk menemani adik saat ibunya mau mandi. Merapikan kembali buku buku yang sudah ia baca.

Permainan Inovatif Agar Belajar Jadi Menyenangkan

Ada banyak keberhasilan sederhana yang menunggu diapresiasi setiap harinya.

Ayah Bunda, sudah sejeli apa kita menemukan itu semua? [@tm/sabaqu]

Jangan lupa baca pendapat Najelaa Shihab  “Bermain adalah bagian yang esensial dari belajar.”

WhatsApp Tanya di sini aja